01/03/20

11 Poin Penting Membuat Proposal Startup untuk Investor

membuat proposal startup

Tren pekerjaan menjadi pebisnis startup tengah digandrungi anak muda. Setelah mereka membangun startup, kemudian mereka mengajukan kepada investor atau ventures capital (vc) atau biasa disebut perusahaan permodalan ventura.

Tujuannya, yang pertama untuk mengembangkan bisnis mereka. Sepertinya, mendapatkan permodalan dari VC juga merupakan kebanggan bagi perusahaan startup pemula. Karena mereka merasa hasil kerja mereka dihargai oleh pendana.

Namun, bagi Anda startup pemula masih banyak belum mengerti bagaimana menemukan investor untuk pengembangan startup? Anda bisa mengajukannya melalui perusahaan VC. Temukanlah mereka di acara seminar atau event startup. Jika Anda punya relasi kenalan, itu malah lebih baik.

Setelah itu, Anda perlu membuat proposal pengajuan atau pitch deck kepada calon investor Anda. Tutorial atau contoh membuatnya gampang ditemukan di google atau di youtube. Namun, Anda harus mengetahui poin-poin penting dalam pembuatannya.

Ini 11 poin penting membuat proposal startup untuk presentasi Anda kepada calon investor. Perlu Anda catat! Membuat porposal startup harus mudah dipahami dan sederhana, meski konsepnya disusun dengan data yang rumit.

1. Masalah yang Ingin Dipecahkan


Poin yang pertama adalah Anda harus menjabarkan sebuah permasalahan. Misalnya, Anda seorang pelaku startup financial technology (fintech). Anda harus menjabarkan masalah pendanaan, seperti pekerja fresh graduate di Jakarta yang sulit membeli rumah.

Masalah seperti ini adalah hal yang harus Anda pecahkan. Sehingga calon investor bisa melihat dari proposal Anda bahwa ada sebuah masalah yang harus dicari jalan keluarnya. Maka dari itu, Anda harus memberikan solusi, yaitu produk Anda.

2. Ukuran Pasar, Peluang dan Pertumbuhan


Ini adalah tentang bagaimana produk Anda mampu memecahkan masalah tadi. Prospek-prospek seperti ini menjadi penting karena investor akan menilai sejauh manakah produk startup Anda dapat berkembang.

3. Unique Selling Point


Unique selling point adalah ide Anda mengenai penjualan produk yang berbeda dari yang lain. Ini dinilai penting mengingat persaingan startup sangat kompetitif. Buatlah sebuah metode penjualan startup yang berbeda dengan yang lain. Bukan hanya berbeda, Anda juga harus memberikan cara yang lebih baik.

4. Model Bisnis


Selanjutnya, Anda harus mencantumkan model bisnis startup Anda. Sejauh mana produk startup Anda dapat berkembang, sejau mana penjualannya dan beberapa hal terkait perlu dijabarkan dalam slide proosal Anda. Hal ini diperlukan agar calon investor Anda bisa mengukur sejauh mana profit dan benefit yang mereka dapatkan dari startup Anda.

5. Kancah Persaingan


Cantumkanlah bagaimana persaingan bisnis startup Anda. Semakin detail dan segmented persaingan bisnis yang Anda sertakan, maka calon investor bisa melihat bagaimana kondisinya dengan cara yang komprehensif.

6. Barrier to Entry


Poin ini adalah jaminan perusahaan Anda untuk menimalisir risiko. Persaingan startup yang kompetitif memerlukan jaminan bagaimana bisnis Anda bisa menghadapi persaingan dan risiko lainnya. Ini tentu diperlukan bagi investor karena mereka tidak ingin menanamkan uang di perusahaan yang memiliki risiko.

7. Pencapaian Saat Ini


Bisnis startup Anda harus memiliki track record yang baik sebelum menghadap investor. Jadi, Anda dapat mencantumkan bagaimana pencaipaian Anda di dalam proposal.

8. Manajemen Tim


Poin ini salah satu hal yang paling penting yang perlu Anda cantumkan di dalam proposal. Cantumkanlah tim startup Anda beserta dengan portofolionya. Sehingga investor bisa mengetahui bahwa Anda memiliki tim atau personel yang dapat mengembangkan bisnis dengan optimal.

9. Persyaratan dan Alokasi Dana


Ketika investor sudah merasa tertarik dengan berbagai macam potensi dan proyeksi keuntungan, maka pada point ke sembilan tiba lah saatnya Anda memamaparkan dengan jelas untuk apa saja dana itu serta syarat-syarat apa saja yang yang anda ajukan kepada calon investor. Seperti berapa share saham yang mereka dapatkan, atau posisi struktural apa yang bisa anda berikan, walaupun pada point ini akan ada yang namanya negosiasi sebelum mencapai kesepakatan.

10. Proyeksi Pendapatan, Biaya dan Keuntungan


Memang sudah disinggung sedikit potensi, biaya dan keuntungan di poin-poin di atas. Namun, kita perlu menjelaskan kembali. Kali ini lebih fokus kepada proyeksi pendapatan, biaya-biaya yang dikeluarkan dan berapa keuntungan bersihnya.

11. Exit Strategy


Salah satu langkah exit strategy adalah target yang besar. Misalnya, Anda menargetkan perusahaan startup Anda harus melantai di bursa atau initial public offering (IPO). Setidaknya kita sudah merencanakan dari awal bahwa startup yang kita miliki punya potensi yang luar biasa untuk bisa menjadi perusahaan yang besar.

Demikianlah 11 point penting dalam menyusun sebuah proposal investasi untuk startup Semoga Anda terbantu.

Related Posts

11 Poin Penting Membuat Proposal Startup untuk Investor
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.