01/03/20

Cara Mudah Menghitung Nilai Valuasi Startup

menghitung valuasi startup

Jika Anda pernah mendengar kata valuasi, mungkin dengan kata, "startup Unicorn adalah startup yang memiliki nilai valuasi di atas USD1 miliar". Apa itu valuasi? Apa kah ada hubungannya dengan keuangan? Dan bagaimana cara menghitungnya?

Defenisi Valuasi Startup


Valuasi adalah nilai ekonomi dari sebuah bisnis atau perusahaan. Valuasi biasanya dijadikan acuan atau tolak ukur dari sebesarapa besar potensi bisnis sebuah perusahaan. Apabila sebuah perusahaan memiliki nilai valuasi Rp50 miliar, maka siapun yang ingin membelinya harusnya menyiapkan uang minimal Rp50 miliar.

Jadi, perhitungan valuasi digunakan untuk langkah akuisi atau merger. Selain itu, Anda sebagai founder startup, juga perlu menghitung valuasi agar ke depan Anda dapat menentukan persentase saham yang akan dilepas kepada investor saat pendanaan.

Sebenarnya secara garis besar, valuasi adalah nilai dari suatu startup. Tapi ternyata masalah menentukan valuasi startup tidak sesimpel itu. Kita harus memperhatikan begitu banyak faktor. Lalu bagaimana sih cara melakukan kalkulasi untuk menentukan valuasi sebuah startup?

Pada umumnya, startup masih tergolong semi-enterprise, artinya belum memiliki nilai yang pasti. Maka biasanya valuasi startup akan ditentukan dengan berdasarkan persetujuan antara founder dengan investor. Seperti ketika kita sedang di pasar, tawar menawar antara penjual dan pembeli itu hal yang wajar terjadi.

Umumnya investor itu menentukan valuasi startup pasti berdasarkan nilai pasar dan dengan data yang kompleks. Tapi terkadang founder merasa bahwa startupnya harus bernilai lebih dari itu. Kenaikan valuasi startup tersebut bisa diajukan oleh founder apabila di dalam startup memiliki kekuatan yang bisa diperhitungkan lebih lanjut oleh si investor. Misalnya dari aset atau talenta bisnis, atau juga bisa dengan menunjukkan profit bisnis.

Di bawah ini, ada 5 metode mudah penghitungan valuasi bisnis startup yang biasa dilakukan oleh pebisnis startup. Mari disimak.

1. Metode Comparable Transactions


Metode comparable transaction adalah membandingkan valuasi bisnis lain yang serupa dengan bisnis Anda. Artinya, bisnis lain yang memiliki kesamaan dengan model bisnis Anda menjadi tolak ukur Anda menentukan valuasi aset, meski jumlahnya tidak sama persis. Metode ini bisa digunakan oleh startup yang belum memperoleh pendapatan ataupun yang sudah memperoleh pendapatan.

Misalnya, ada satu bisnis startup dengan jumlah pengguna aktif 100 juta orang baru saja diakusisi oleh investor ataupun perusahaan lain seharga Rp1 triliun. Maka, apabila Anda memiliki startup dengan model yang sama, namun pelanggannya masih 20 juta orang pengguna aktif. Jadi, Anda bisa mengatakan bahwa valuasi startup Anda Rp200 miliar.

Anda bisa mencari tahu besaran valuasi nilai startup dengan melalui intrnet atau survey. Dengan metode comparable ini, Anda bisa mendapatkan valuasi untuk startup miliki Anda dengan cara membandingkan beberapa metrik. Adapun metriknya adalah:

  • Gross Merchandise Value (GMV)
  • Jumlah pendapatan
  • Pendapatan bulanan yang berulang (monthly recurring revenue) untuk startup Software as a Service (SaaS)
  • Jumlah pengguna aktif mingguan untuk aplikasi mobile


2. Metode Multiple


Metode multiple adalah metode yang bisa digunakan untuk rata-rata valuasi startup yang dengan besaran sama dengan bidang-bidangnya. Misalnya rata-rata nilai valuasi startup e-commerce adalah Rp1,4 triliun. Maka, Anda bisa menetapkan hal yang sama untuk bisnis startup Anda.

Metode ini hampir sama dengan metode comparable. Bedanya, di metode ni Anda tidak perlu mencari data dari startup lain. Cukup mencari tahu dari bidang startupnya saja.

3. Metode Discounted Cash Flow


Metode discounted cash flow adalah metode menghitung valuasi berdasarkan prediksi arus kas dan keluar dari sebuah perusahan startup periode beberapa tahun ke depan. Setelah menghitung berapa pendaptan bersih selama tiga tahun ke depan, maka angka tersebut bisa menjadi tolak ukur nilai valuasi asetnya.

Metode ini jarang digunakan karena perhitungannya yang lumayan rumit. Selain itu, metode ini sebenarnya lebih cocok untuk perusahaan besar yang telah masuk bursa saham, dengan laporan keuangan yang terbuka. Metode ini tidak cocok untuk startup dengan risiko kegagalan yang tinggi, dan belum meraih keuntungan. Cocok untuk perusahaan konvensional kecil dengan kondisi keuangan yang lebih terprediksi.

4. Metode Venture Capital (Waterfall)


Metode ini perhitnungan sesuai dengan valuasi atau dai sudut pandang perusahaan venture capital (VC) sebagai investor. Caranya adalah perkiraan yang disesuaikan besaran target keuntungan yang ingin didapat VC.

5. Metode Perhitungan Aset


Metode perhtungan aset adalah metode yang paling biasa dilakukan oleh perusahaan besar. Adapun yang dihitung adalah aset-aset speerti gedung, furnitur, perangkat elektronik, tim dan lain-lain

Selain itu ada juga metode bernama Liquidation Value yang menghitung nilai aset apabila startup Anda tiba-tiba bangkrut dan harus menjual aset tersebut. Valuasi dari Liquidation Value jelas akan lebih kecil dibanding Book Value, karena harga aset yang harus dijual cepat ketika startup bangkrut tentu akan lebih kecil dibanding saat normal. Namun karena mayoritas startup merupakan perusahaan teknologi yang tidak mempunyai banyak aset, kedua metode ini tidak cocok untuk digunakan oleh mayoritas startup. (GP)

Related Posts

Cara Mudah Menghitung Nilai Valuasi Startup
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.